| Bahasa Melayu |
English |
DEFINISI WAHYU
|
DEFINITION OF
REVELATION
|
| Sebelum kita lihat subjek yang
seterusnya, kita perlu beri definisi kepada perkataan
"Wahyu" yang diberi maksud yang berlainan oleh
orang Kristian dan orang Islam. |
Before we look into our next subject, we
have to define the word "Revelation" which is
clothed in different meanings by Christians on the one
hand and Muslims on the other. |
| Sebab-sebab dalam ISLAM: Buku
(Al-Qur'an) daripada Allah (nazil=turun) = Wahyu DARIPADA
ALLAH |
ISLAM reasons: Book (Qur'an) from God
(nazil = come down) = Revelation FROM GOD. |
| AGAMA KRISTIAN mengatakan: Kristus
daripada Allah = Wahyu Allah |
CHRISTIANITY maintains: Christ from God
= Revelation OF God. |
| Jadi pertanyaan yang penghabisan ialah:
Adakah Kristus, Kalimah (Logos) Allah = Wahyu? (Surah
3:45, 4:171) (Yohanes 1:1,14) |
Thus the ultimate question is: Is
Christ, the Word (Logos) of God = Revelation? (Sura 3:45,
4:171) (John 1:1,14) |
| atau |
or |
| Adakah Al-Qur'an Kalimah Allah = Wahyu?
Atau kedua-duanya sekali? |
Is the Qur'an the Word of God =
Revelation? Or perhaps both? |
| Kita mesti sedar bahawa Allah tidak
boleh mewahyukan DIRINYA hanya dengan perkataan-perkataan
sahaja. Disini Dia mewahyukan keterangan berkenaan
Dirinya, Dia punya keperibadian dan kehendak. Mewahyukan
Dirinya adalah secara "terbuka", satu
"pendedahan" Dirinya. Ini berlaku apabila tubuh
disediakan untuk Dia (Ibrani 10:5). Oleh itu Yesus boleh
mengatakan: |
We must realize that God cannot reveal
HIMSELF in words alone! There He reveals information
about Himself, His character and will. Self-revelation is
an "open appearing", an "uncovering"
of Himself. This happened when a body was prepared for
Him (Hebrews 10:5). Hence Jesus could say: |
- "Barangsiapa telah melihat Aku, telah
melihat Bapa." (Johanes 14:9)
|
- "He that has seen me has seen, the
Father." (John 14:9).
|
| Seterusnya Rasul Yohanes mencatatkan
untuk kita: |
Further the Apostle John recorded for
us: |
- "Firman itu telah menjadi manusia, dan diam
di antara kita, dan kita telah melihat
kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan
kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih
karunia dan kebenaran." (Yohanes 1:14)
|
- "The Word became flesh and lived among us,
full of grace and truth; we have seen His glory,
glory as of the only Son from the Father."
(John 1:14).
|
| Apa yang kita tahu mengenai Yahweh, Nama
Tuhan yang diwahyukan di Al-Kitab, dan Yesus adalah
dijumpai di lambaran-lambaran Al-Kitab. Inilah Wahyu
Tuhan yang diikhlamkan. Setiap orang Kristian menerima
kuasa yang penuh itu. |
What we know about Yahweh, God's
revealed Name in Scripture, and Jesus we find in the
pages of the Bible. This is the inspired revelation from
God. Every Christian accepts the total authority thereof.
|
| Keseluruhan Al-Kitab bergerak secara
progresif kepada wahyu yang paling tinggi, apabila Allah
mewahyukan DIRINYA. Wahyu ini bukan "nazil"
seperti mana konsep yang difahami oleh ahli-ahli teologi
Islam hari ini. Al-Qur'an pun bukan sekiranya diukur
selari dengan konsep yang sama. (rujuk "Christians
ask Muslims"). Al-Kitab memang menunjukkan kesan
tangan manusia (bahasa digunakan oleh individu,
kecerdikan dan kesabaran yang berbagai, pengandaian yang jelas
pada konsep pengetahuan saintifik zaman itu yang tanpanya
kitab-kitab tidak akan dapat difahami pada masa itu)
dan cara menulis.
|
The whole Bible likewise moves
progressively towards the culmination of revelation, when
God revealed HIMSELF. This revelation is not
"nazil" the way Islamic theology understands
this concept today. Neither is the Qur'an if measured
alongside the same concept (see "Christians
ask Muslims"). The Bible does show the imprint
of human hand (individual use of language; varying
keenness of intellect or temperament; apparent
presupposition of contemporary concepts of scientific
knowledge without which the Scriptures would have been
beyond understanding at that time) and style of writing. |
| Pembaca beragama Islam akan sukar menerima
konsep wahyu ini kerana ia adalah berlainan daripada dia
punya. Walaubagaimanapun, kami ingin menunjukkan, bahawa
adalah salah bagi orang Islam untuk menilai
Al-Kitab terhadap konsep "nazil". Bukti-bukti
wahyu yang kuat sekali dikeluaran Al-Kitab, seperti mana
yang kita akan tengok kemudian, adalah tidak boleh
dijumpai di Al-Quran, contohnya; Ramalan-ramalan yang
telah terjadi, dokumentasi sejarah,dan
laporan saksi yang boleh diterima mengenai tanda-tanda
dan keajaiban yang telah berlaku. Di samping itu kita
juga menjumpai kesan tulisan manusia yang sama dalam
Al-Quran. Kita perhatikan cara inspirasi yang berbagai
dalam Al-Kitab: |
The Muslim reader will find it difficult
to accept this concept of revelation for it is different
to his own. However, we should like to point out, that it
is wrong of Muslims to measure the Bible against the
"nazil" concept. The revelation evidences that
the Bible very strongly produces, as will be seen a
little later, are absent in the Qur'an, namely: Fulfilled
prophecy, historic documentation and the
acceptable eye-witness report of accompanying signs and
wonders. Besides that we also find a similar imprint of
human hand in the Qur'an. We observe varying modes of
inspiration in the Bible: |
|
|
- "I SAW the Lord sitting upon a
throne, high and lifted up ..." (Isaiah 6:1)
(See pp. 25-26)
|
| "Lalu DATANGLAH firman Tuhan
..." (Yeremia 13:8 dan banyak lagi tempat lain.) |
"Thus SAYS the Lord
..." (Jeremiah 13:8 and very many other places.) |
| "BEGINILAH firman Tuhan
kepadaku ..." (Yeremia 13:1 dan banyak lagi tempat
lain). |
"The Word of the Lord CAME
to me ..." (Jeremiah 13:1 and many other passages). |
| "FIRMAN Tuhan kepada
Israel dengan perantaraan Maleakhi." (Maleakhi 1:1) |
"The ORACLE (or burden) of
the Word of the Lord to Israel by Malachi." (Malachi
1:1) |
| "Aku MELIHAT sesuatu
bagaikan lautan kaca bercampur api..." (Wahyu 15:2) |
"I SAW WHAT HAPPENED to be a
sea of glass mingled with fire ..." (Revelation
15:2). |
| "Ketika aku MELIHAT Dia,
tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang
mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku,
lalu BERKATA: Jangan takut" (Wahyu 1:17);
atau |
"When I SAW Him I fell at
his feet as though dead. But he LAID his right hand upon
me, SAYING: Fear not!" (Revelation 1 :17); or
even: |
| "Kepada orang yang telah
kahwin aku -tidak, bukan aku, tetapi Tuhan -
perintahkan.... Hal ini kukatakan kepadamu sebagai
kelonggaran, bukan sebagai perintah.... Inilah ketetapan
yang kuberikan (Paulus) kepada semua jemaat..... Aku
tidak mendapat perintah dari Tuhan. Tetapi aku memberikan
pendapatku .... (1 Korintus 7:10,6,17,25). |
"To the married I (Paul) give
charge, but not the Lord ... I say this by way of
concession, not of command ... This is my (Paul's) rule
in all the churches ... I have no command of the Lord,
but I give my opinion ..." (I Corinthians
7:10,6,17,25). |
| Kita mestilah belajar untuk memahami
diantara cara-cara itu. Orang Islam mesti juga belajar
memahami bahawa dalam Al-Kitab kita temui gabungan apa
yang kita panggil "Al-Qur'an",
"Hadis" dan juga "Tafsir". |
We must learn to discern between these
modes! The Muslim must also learn to understand that in
the Bible we find combined what we would term the
"Qur'an", the "Hadis" and even the
"Tafsir". |
| Walaubagaimanapun, kata-kata Al-Kitab
yang penting adalah serupa, walaupun
"perakam-perakam" adalah ramai dan masa yang
begitu panjang diantara mereka. Tuhan membuka
kata-katanya mengenai hubungannya dengan manusia yang
sangat Dia inginkan, kecintaan Dia, kebimbangan dan
kedukacitaan Dia, kesayangan, belas kasihan dan kemarahan
Dia - dan rancangan Dia untuk berdamai. |
However, the essential biblical message
is uniform, despite the variety of "recorders"
and the vast expanse of time between them. God unfolds
the message of His desired relationship with man, His
love, His concern and grief, His compassion, mercy and
wrath - and His plan of reconciliation. |
| Kristus tertulis dalam ayat pertama
Perjanjian Lama dan diseluruh Wahyu Tuhan dalam Dia (pp. 43ff, 92ff). Semuanya,
walaubagaimanapun, terbuka beransur-ansur, sepertimana
manusia dapat memahaminya. |
Christ appears in the very first verse
of the Old Testament and throughout all the Revelation of
God in Him (pp. 43ff, 92ff). Everything was,
however, progressively unfolded, as man was able to
comprehend. |
| Didalam Kalimah yang diikhlamkan, yang
dirakamkan, kita temui Allah dalam Yesus. Pada hari ini
kita juga boleh mengalami Kelahiran Baru seperti yang
dirakamkan di Al-Kitab. Kita masih menerima Ruh Al-Kudus
untuk mengubah kita dan tinggal dalam kita. |
In the recorded, inspired Word we find
God in Jesus. Even today we can experience the New Birth
as recorded in the Bible if we put our faith in Him,
which comes by hearing God's Word. We still receive the
Holy Spirit to transform us and to live in us! |
| Jika kita menganggap Al-Kitab itu
"nazil", kita harus cuba menjelaskan kesan
tulisan manusia, seperti yang kita tunggu orang Islam
buat dalam hal Al-Quran. Dalam hal Al-Kitab bukti
karangannya berasal daripada Tuhan adalah jelas dan tidak
perlu bukti-bukti yang lain. 43ff,
105, 135). Kata-kata dalam
Al-Kitab adalah diikhlamkan, walaupun dengan banyak kali
kerja penyalinan teks dengan tangan pada bahan primitif
dalam suasana yang tidak mengizinkan telah mengakibatkan
berlakunya beberapa "kesalahan". Mempelajari
banyak dokumen-dokumen yang baru ditemui, pelajar-pelajar
telah mengesan dan menjelaskan kesemuanya ini. |
If we claimed the Bible to be
"nazil", we would have to try to explain the
imprint of the human hand, as we are waiting on the
Muslim to do in the case of the Qur'an. In the case of
the Bible the evidence of its divine authorship is clear
and needs no further proofs (pp. 43ff, 105, 135). The message of the
Bible is inspired (theopneustos = God-breathed), though
by the countless copying of the handwritten texts on
primitive materials under adverse conditions resulted in
some "mistakes". Studying the vast amounts of
recently discovered documents, scholars have detected and
clarified just about all of these. |